my whole life

I love you means that i accept you for who you are
it means that i do not expect you to be perfect 
it means that i will stand beside you through whatever you encounter, even if it threatens my life as well
it means that if you're ever in a badmood, i will do anything to make it better
it means that you can tell me whatever it is on your mind, your deepest secrets..secrets you've never told anyone
it means that you can trust me, and know that i would never hurt you on purpose
it means that through all of our fights and disagreements, we'll make it through, and we'll be stronger because of it
i love you TR :)

my whole life






How do you tell someone the favourite moment you remember of them is the way they walk, the way their shoulders are poised, the all-too familiar rhythm of their footsteps? How do you let them know you remember the exact hour and minute of the exact day you fell in love with their voice, and why this was the turning point in your life?  How do you begin to rationalise why you remember word for word a particular trivial sentence they had uttered?

Perhaps you don’t. 

There are certain memories I have of someone that are too personal and private to even describe to them. Not so much because I doubt they’d understand but perhaps because I fear they will. Being understood through a memory implies the terrifying prospect of another’s capability to read my unspoken vulnerability. 

Instead, I go through life cradling the secret memory of the way his eyes shines when he looks at me, or the way he habitually smiling before he starts a conversation, or the electrifying passion I experienced when his hands brushed against mine on a saturday. I do everything plausible to keep the memory alive, get it inked, write about it from all possible angles in all possible mediums, compose a song and philosophize the intricacies of such revelations life churns out methodically  until it becomes less about the memory itself or the people who helped create it, but instead what I take away from it.  
my whole life








I can’t wait for that day when I’m going to wake up next to that someone I love 

We both open our eyes and we both start looking at each other, face to face, smiling, and thinking to myself how much I love this moment. Wouldn’t it be nice to start off my day next to someone I love? Sometimes, the smallest things mean the most. You whisper “I love you” and kiss me good morning. I don’t know about you, but that’s something I’d appreciate doing and getting. I can’t wait for that day.
someday,2016
my whole life


pernahkah kamu mendengar seseorang mengatakan "kemarin tuh gara2 pengawasnya duduk didepan gw jadi aja gabisa konsen ngerjain soal,udah mah guru/dosennya kalo nerangin kagak jelas, materinya susah..ya wajar lah nilai gw jeblok gini "
atau malah kamu sendiri yang pernah berkata seperti itu ?
(kalau saya sih pernah hehe :p )

wajar ngga sih kalau saya/kamu/mereka/kalian menuduh faktor eksternal sebagai penyebab tertundanya kesuksesan diri?
A said "ya wajar lah!namanya juga manusia.."
B said "ya ngga dong, kalo lo belajarnya bener mah ga akan jeblok!udah gagal ngeles pula!" (tega)
C said "jangan nyalahin yg lain2,mungkin kamu lg ga beruntung"
D said "yaudahlah lainkali belajar lebih giat"
E said ''wajar sih tapi jangan nyalahin juga'' (bingung)
haaaa those words sounds familiar (for me), how about you?

dalam mata kuliah "Guidance and Counseling" , saya beserta 2orang rekan kuliah saya berkesempatan untuk mengkaji dan mempresentasikan materi yang menurut saya (sebagai seorang calon edukator) sangat menarik, materi tersebut adalah
"MOTIVATING STUDENTS TO LEARN"
nah dalam materi tersebut, kami membahas beberapa teori motivasi yang menjelaskan "why people are motivated to do what they do"
salah satu dari sekian jumlah teori tersebut adalah "Attribution theory"
teori ini membahas bagaimana manusia menjelaskan penyebab dari kesuksesan atau kegagalan mereka
berdasarkan literatur,pengamatan dan pengalaman..saya menarik sebuah asumsi sentral berkaitan dengan teori ini
"People will attempt to maintain a positive self image''
mengapa ?
karena pada hakikatnya manusia diciptakan untuk menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya, sebatas pengetahuan yg sy dapat..seluruh perintah Allah SWT bermula,berdiri di atas-,berjalan dan bermuara pada kebaikan, jadi "normal" nya manusia berlomba2 dalam melakukan kebaikan dan oleh karena itu tidak ada manusia yang ingin dicap buruk, kecuali dia adalah megamind yang bersusah payah jadi penentang superhero (tapi gagal,dan malah menjadi superhero yang baik) see? bahkan megamind pun kembali pada "fitrah"nya (megamind itu benda mati,jadi ini hanya sekedar personifikasi hehehe :p )

note: karena saya ''bermain" dan ''berjuang" dalam dunia pendidikan, jadi harap maklum kalau apa yg saya share disini cenderung mengambil contoh dari fakta dunia pendidikan (dan mohon maaf bila bahasanya campur aduk)

jadi bagaimanakah praktik dari "attribution theory" ini dalam kehidupan kita?
saya punya cerita tentang seorang siswa yang baru mendapatkan lembar hasil ujiannya, sebut saja namanya Esmeralda..


Esmeralda usually gets good grade in her class, but one day she receives D on a certain quiz.of course she's dissapointed..sooo, to resolve this discomfort she might try to rationalize her low grade by saying :
a. ahhh the questions were tricky
b. the teacher didn't tell us the quiz was coming
c. i never like this subject
d. i wasn't really trying
d. blablabla etc

see?she is struggling to find a reason for her poor grade that does not require her to change her perception of herself as a good student. she will attributes her poor performance to her teacher, subject matter or other students  as external factors overwhich she has no control. or, if she acknowledges that her poor performance is her own fault, she decides that it must be a short-term lapse based on a momentary (but reversible) lack of motivation or attention regarding this unit of subject.
the purpose is : of course to save her face hehe ;p

like esmeralda, like us (eh?)

berdasarkan teori ini, ketika manusia mendapatkan kesuksesan yang tertunda..mereka akan cenderung menunjuk faktor eksternal diluar kontrol mereka sebagai pelakunya
dan ketika manusia mendapatkan kesuksesannya saat itu juga..mereka akan menunjuk faktor internal sebagai pelakunya (own effort, ability) dan dengan kuasa Yang Diatas.

berdasarkan teori ini pula, there are 4 explanations for success and failure in achievement situations : ability, effort, task difficulty, and luck
mungkin pernah menemukan percakapan seperti dibawah ini ?? :
a : "eh kuis dpt nilai berapa?"
b: " alhamdulillah...90"
a: "woooow!great..pinter ih"
b: "ah itu mah kebetulan aja i'm lucky..sama ijin Allah"
a: ''ah suka merendah nih"


ada 2 tipe b sebetulnya ;
1. b yang benar benar menganggap nilai 90 adalah keberuntungan
2. b yang sebetulnya dlm hati berkata "hey,this is because of my own effort!" tapi untuk alasan merendah,ia mengeluarkan kata "i'm just a lucky person''

jadi, sebetulnya wajar saja ketika mendapatkan suatu kesuksesan yang tertunda, manusia cenderung membeberkan faktor eksternal sebagai penyebabnya..karena ini berkaitan dengan socioemotional factors/self esteem and peer relations..
tapi, jangan sampai dijadikan suatu kebiasaan
ketika gagal : salahkan faktor luar!
ketika sukses : ini kan berkat usaha saya sendiri,tidak ada campurtangan siapapun !
astagfirullahaladzim..

ada baiknya, ketika kita sukses hal pertama yang harus dilakukan adalah bersyukur kepada Allah SWT, tidak berpuas diri dan terus melakukan yang terbaik (minimal mempertahankan)
dan ketika kita mengalami penundaan kesuksesan, bukankah lebih baik untuk tetap bersyukur, mengevaluasi diri, perbaiki/berusaha lebih keras untuk meraih kesuksesan dan jangan berlarut2 mencari penyebab kegagalan ataupun merutuki kegagalan itu sendiri hmmm that's just wasting your time..ada baiknya bangkit dan berpikir : sekarang belum berhasil, besok harus berhasil!insyAllah pasti bisa!

wallahualam bisshawab..
semangat mahasiswa!
semangat calon pendidik!
:) :)
my whole life
Bertemu dengan kejujuran itu mungkin sulit. Banyak hal yang membuat kamu kaget, diam, lalu bingung: setelah ini, mau melakukan apa.(ps)

kaget,diam, lalu bingung itu bukan hal sulit tapi hal menyenangkan yg melelahkan
sumpah bukan hal sulit!
begitu pula dengan kejujuran
itu bukan hal sulit untuk ditemui, tapi hal yg seharusnya (selalu)ada dan siap untuk ditemui
saya adalah org yg meletakkan kejujuran diatas segalanya,sekali bohong turunlah kepercayaan saya 
turun seturun2nya smpe bisa saya injak
dimaafkan?tentu saja,dipercaya?tentu belum tentu
HAHA
itu masalah kejujuran temannya kebohongan
tapi kalau kata -kejujuran- diganti dengan -kenyataan- ?
NYAMBUNG NEU?
let's see


Bertemu dengan "KENYATAAN'' itu mungkin sulit. Banyak hal yang membuat kamu kaget, diam, lalu bingung: setelah ini, mau melakukan apa

yaaaa lumayan lah
eh tapi kenyataan mcm apa sih?
yaaa mana lagi kalau bukan "kenyataan" yg membuat kaget,diam,lalu bingung setelah ini mau melakukan apa


kok bisa kaget?karena mengejutkan lah!
kok bisa diam?karena terlalu kaget lah!
kok bisa bingung?namanya juga bingung,emosi yg absurd!kalo ditanya alasannya ya tambah bingung lah!
kok malah marah?eh,kata siapa?ngga kok menyantai aja :D
(monolog agak sinting)


kata salah satu band lokal dalam lagunya yg sangat booming di masa2  SNMPTN 2009
"syukuri apa yg ada,hidup adalah anugrah"
Alhamdulillah se-GRRRRRRRR apapun hidup saya,masih ada yg mengingatkan untuk selalu bersyukur


*terimakasih untuk seseorang yg sudah membuat sy tidak terlalu banyak kaget,diam,dan bingung menghadapi si "kenyataan" ,org yg berhasil memaksa sy makan 1x  walaupun sy ga napsu :)