my whole life
sewaktu saya dan beberapa sahabat saya main ke Lembang (ceritanya kita mau kuliner)
nah di Lembang itu kita makan masakan mama dea, yoghurt sweetheart (enak sekali ini patut dicoba), tahu tauhid, es duren dan SISHA
selama ini saya sering dengar kontroversi mengenai sisha ini
ada yang bilang aman karena tidak mengandung nikotin, tp ada pula yang bilang bahwa sisha ini lebih berbahaya daripada rokok..
saya sendiri sebetulnya penasaran bagaimana sih rasanya sisha ini?lalu saya pun mencoba rasa semangka mint
dan rasanya ENAK hahaha :D
beberapa temen saya ada yang pusing2 tp kok saya tidak ya?malah ketagihan..gawat tidak ya?

lalu saya pun mencari beberapa informasi mengenai sisha
dan inilah hasilnya :


Sisha atau dikenal juga dengan sebutan hookah termasuk salah satu cara menikmati rokok melalui semacam gelas piala, dimana dalam proses penghisapan tembakau ini akan melewati air sebagai filternya. Kegiatan menghirup aroma buah-buahan lalu uapnya dialirkan melalui pipa ini memang banyak dilakukan orang karena menimbulkan perasaan tenang sekaligus menyenangkan. Banyak orang beranggapan bahwa menghirup sisha lebih aman dibandingkan dengan menghirup rokok yang mengandung kadar nikotin yang cukup membahayakan. Hal ini justru merupakan persepsi yang salah dalam masyarakat. Pada kenyataannya, baik rokok maupun sisha ternyata memiliki efek negatif yang tak jauh berbeda. Sebuah riset terbaru menyebutkan, hookah dan rokok tembakau sama-sama mengandung kadar karbonmonoksida yang tinggi yang dapat menimbulkan kerusakkan pada otak.
Riset yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association memang hanya meneliti satu jenis gas beracun saja. Sehingga mustahil untuk membandingkan secara langsung dampak penggunaan sisha dengan asap rokok. Walau begitu, riset ini setidaknya memberi peringatan kepada pecinta sisha untuk berpikir dua kali menghisapnya. Menikmati sisha bukanlah suatu aktivitas yang bebas resiko seperti yang mereka kira.
“Penggunaannya sungguh tidak aman untuk kesehatan,” kata penulis riset Katharne Hammond, kepala divisi ilmu kesehatan Lingkungan di University of California,Berkeley.
Untuk membuktikan kandungan racun pada sisha, Hammond melibatkan 27 mahasiswa yang biasa menghisap sisha selama satu jam dalam tiga malam yang berbeda pada april 2006. Lima mahasiswa lain yang tidak memakai hookah juga dilibatkan dalam riset. Tetapi mereka harus tinggal bersama di ruangan saat para mahasiswa menghisap sisha.
Partisipan sebelumnya harus terbebas dari sisha selam 84 jam sebelum riset dilakukan. Kemudian partisipan penghisap pipa yang didalamnya mengandung air serata 10 gram tembakau Al Fakher Mu’assal Tobacco yang dipanaskan menggunakan arang.
Peneliti lalu memantau kandungan karbonmonoksida pada dua kelompok partisipan sebelum dan sesudahnya dengan menggunakan sebuah mesin yang didesain untuk mendeteksi perokok.
Rata-rata kandungan  monoksida pada partisipan mencapai 42 ppm, lebih tinggi daripada yang ditemukan pada perokok sigaret (17 ppm). Riset juga menemukan kadar monoksida meningkat di ruangan tempat partisipan yang menghisap hookah, dan bahkan bias mencapai tingkat yang merugikan kesehatan lingkungan.
Sementara itu Thomas Eissenberg, profesor psikologi dari Virginia Commonwealth University yang juga meneliti penggunaan sisha, beliau menunjukkan hasil risetnya bahwa mengisap sisha selama 45 menit menghasilkan jumlah tar 36 kali lebih banyak daripada merokok selama 5 menit.
NAH LOOOOOOH
tapi sisha ini enak dan saya berencana untuk menikmati sisha lagi 
tapi..
SAYA JADI BINGUNG :(


lihatlah betapa enaknya sisha dan blackberry yoghurt menurut saya pada saat itu


Label: | edit post
2 Responses
  1. gitadine Says:

    euleug siah ineu D:
    aku mah ga suka sishaaa dan segala macam jenis menyedot-nyedot hahahahahaha


  2. tapi enak giiiiiiiit
    enak banget dah
    ketagihan aku mah
    hmmm ah yakin tuh ga suka sedot2 ?
    hahahaha


Posting Komentar

ayo komen post ini :)